Muslim dianjurkan meninggalkan perkara yang tidak berguna. Berkata yang baik atau diam.Muslim penting untuk menjaga lisannya.
Dengan kata-kata orang bisa halal menikah, bisa murtad, bisa bercerai, dst.
Kita diminta memperbanyak kalimat yang membuat Allah SWT ridho kepada kita, terdamaikan antara sesama manusia, tidak membicarakan hal yang mengarah kepada dosa seperti kesia-siaan dan porno, yang banyak manfaatnya kepada sesama.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”(Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya).
Seorang muslim tidak mudah mengatakan kata-kata keji seperti kutukan dan doa yang buruk. Hindari banyak bernyanyi dan bersyair meski tidak dilarang. Pilih yang baik karena kalau diikuti orang lain akibatnya bisa kita tanggung seluruhnya. Jangan terlalu banyak bercanda dan bergurau, karena bisa mematikan hati. Jangan berjanji sembarangan. Hematlah kata-kata agar mahal ketika keluar.
Ini semua perlu latihan, cobalah dimulai dari beberapa jam salam sehari, dan periodenya diperpanjang, hingga akhirnya sepanjang waktu kita bisa menjaga lisan (dan tulisan) kita.
Tujuannya adalah membuat lisan dan tulisan kita hanya untuk yang baik-baik saja.
(Ustad Lukman Hakim)
