Pagi tadi, Minggu, 4 Desember 2016, dari mulai pukul 10:00 pagi dimulailah acara sosialisasi Satu Rumah Satu Jumantik. Jumantik atau Juru Pemantau Jentik diharapkan ada di setiap rumah tangga, sehingga menjadi kesadaran bersama agar menjaga lingkungannya.

Nyamuk Aides Aegypti menjadi vektor virus dengue (penyebab demam berdarah) dan virus Zika (yang bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan anak yang cacat). Upaya pemusnahan nyamuk dengan semprotan dan abate yang menggunakan bahan kimia menyebabkan nyamuk menjadi resisten dan kebal terhadap semprotan. Bahkan menurut penelitian, zat kimia dari semprotan ini menumpuk dalam tubuh manusia yang bisa menjadi pencetus kanker getah bening. Dalam sosialisasi ini perlu melawan nyamuk dengan pendekatan biologis, yaitu dengan beberapa cara:
1. Musnahkan jentiknya dengan larvasida biologis, bactivec.

2. Memelihara tanaman yang dibenci nyamuk, tanaman Zodia (Evodia Suaveolens)

3. Menjaga kebersihan lingkungan hidup di sekitar rumah agar jentik tidak hidup dan nyamuk tidak mampir dan berkembang biak

Pembawa acara dibawakan oleh Pak Anca, sedangkan presentasi dilakukan oleh Pak Alwan dan timnya. Acara dibuka oleh Ketua RW, Pak Jaya, dan Kepala Puskesmas Bakti Jaya, dr. Zola.
Para undangan juga mendapat tes kesehatan gratis yaitu cek asam urat, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.
Rencana berikutnya adalah membentuk supervisor jumantik di tiap RT 2 orang dan 1 orang di tingkat RW, sehingga total ada 15 orang yang akan diberikan training.
Tanaman zodia juga akan diberikan untuk dibudidayakan dan bisa dibagikan kepada warga.
Bactivec akan diberikan 1 buah botol per kepala keluarga untuk diteteskan pada genangan air yang sulit dikuras.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Ruli dan foto bersama.


Untuk mengunduh materi powerpoint presentasi silakan unduh di sini.
Video jentik-jentik nyamuk yang harus kita perangi
Siklus hidup Aides Aegypti