Sore hari selepas mengisi acara tentang Fiqh of Family di Annual Fiqh Conference yang diadakan Canadian Centre for Deen Studies bersama Prof. Dr. Abdullah Shami dan Prof. Dr. Hamid Slimi, kami ditemani beberapa kawan dari MIIT; Mas Didin (Malang), Mas Indra (Jakarta), dan Mas Faisol (Tulungagung) berkunjung ke salah satu masjid bersejarah di kota Toronto, Masjid Jami namanya.
Masjid Jami merupakan pusat kegiatan Islam Kanada tertua di Toronto yang mendapat julukkan, “Ibu dari semua masjid di Toronto.” Masjid tersebut pada awalnya adalah gereja yang diubah fungsi menjadi masjid. Beralamat di 56 Boustead Ave, Toronto, ON M6R 1Y9.
Dari luar, Masjid Jami tampak tidak seperti masjid pada umumnya. Terkesan seperti sengaja dibiarkan dengan gaya arsitektur lama dari gerejanya untuk memberi pesan perjuangan kaum muslimin di kota tersebut. Hanya tertulis nama masjid, itu pun sangat kecil.
Dari dalam, pun demikian, hanya kiblat yang membedakan antara masjid dan gereja. Selebihnya dibiarkan seperti bangunan gereja pada awalnya yang dibangun tahun 1910 sebagai Gereja Presbiterian, lalu dibeli tahun 1969 oleh komunitas muslim kecil di Toronto.
Keunikan lain dari masjid bersejarah tersebut adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah perumahan orang-orang Yahudi. Jadi, mereka yang berjamaah di Masjid Jami kebanyakan orang-orang yang berdomisili jauh dari lokasi.
Gereja yang “disulap” menjadi masjid seperti ini di Amerika Serikat sangat banyak. Di Kanada yang kami dengar hanya Masjid Jami saja. Semoga perjuangan kaum muslim yang dimulai dari masjid ini semakin berkembang dan menyebar luas di Benua Amerika ini.
Sebelum berkunjung ke Masjid Jami, kami sempat mengunjungi beberapa masjid di sekitar Mississauga Toronto seperti Masjid Al-Farooq, Masjid ISNA Canada, Masjid Anatolia Islamic Centre, dan Musalla Al-Abbas, dan Masjid Dar Al-Tawheed Islamic Centre.
Masjid Al-Farooq beralamat di 935 Eglinton Ave W, Mississauga, ON L5V 1R6 7.5 km. Didirikan tahun 1987 sebagai masjid pertama di Mississauga Toronto. Masjid tersebut terletak di pusat kota Mississauga yang padat penduduknya dengan umat Islam.
Masjid Al-Farooq masuk dalam organisasi amal yang terdaftar dan mengeluarkan penerimaan pajak penghasilan yang dapat dikurangkan untuk semua sumbangan. Juga termasuk anggota Dewan Imam Kanada dan anggota Koalisi Organisasi Muslim (COMO). Pada tahun 2007, Masjid menyelesaikan pembangunan bangunan barunya seluas 8.500 kaki persegi.
Adapun Masjid Anatolia Islamic Centre beralamat di 5280 Maingate Drive
Mississauga, Ontario Canada L4W 1G5. Didirikan pada tahun 1998 dan dikelola oleh saudara-saudara kita dari Turki.
Setiap hari masjid tersebut menyediakan buka bersama untuk jamaah. Ada hal menarik yang kami dengar dari Imam masjid tersebut (konon ia berasal dari Mesir), yaitu setiap selesai ceramah ia selalu memberi kuis kepada jamaah dan siapa pun yang mampu menjawab pasti akan mendapat hadiah darinya.
Adapun ISNA Islamic Centre of Canada beralamat di 2200 South Sheridan Way, Mississauga, Ontario, Kanada, L5J 2M4. Merupakan masjid terbesar di Kanada dan memiliki legalitas untuk menilai produk-produk yang akan dijual apakah halal atau haram. Kalau di Indonesia ISNA Islamic Centre ini seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Selanjutnya Musalla Al-Abbas beralamat 3490 Mavis Rd, Mississauga, Ontario, Canada, L5C 1T8. Musalla tersebut seharusnya disebut masjid jami karena digunakan untuk salat Jumat.
Yang disebut musalla pada masa Nabi adalah sebuah lapangan luas yang khusus digunakan untuk dua salat ‘Id plus salat Istisqa. Lapangan tersebut dipagari dan tidak boleh digunakan untuk sembarang kegiatan.
Hanya kemudian makna musalla bergeser menjadi bangunan masjid yang mini. Padahal, selama bangunan masjid itu tidak digunakan salat Jumat, maka sebut saja dengan masjid. Sebaliknya, bila digunakan salat jumat, maka sebut saja dengan masjid jami. Musalla Al-Abbas memiliki motto: “Service to humanity is service to Allah”
Masjid terakhir yang kami kunjungi adalah Masjid Dar Al-Tawheed Islamic Centre beralamat 5550 McAdam Rd., Mississauga, Ontario, Canada, L4Z 1P1.
Ada sekitar 20 masjid lebih tersebar di kota Toronto dan 250 masjid lebih tersebar di seluruh kota Kanada. Ada yang bentuknya murni masjid. Dan ada pula yang tidak seperti masjid. Yang tidak tampak seperti masjid ini biasanya dikenal dengan Islamic centre yang di dalamnya. Karakteristik masjid di Kanada umumnya tidak seperti karakteristik masjid di Indonesia. Di Indonesia, masjid itu lebih banyak digunakan untuk salat saja. Jarang ada ruangan lain yang dibangun untuk kegiatan di dalam masjid.
Di Kanada tidak demikian, mungkin saking minimnya, masjid-masjid itu benar-benar dibangun menjadi pusat kegiatan Islam yang tidak hanya untuk salat saja, tapi dilengkapi dengan ruang sekolah, ruang olahraga seperti basket, futsal, silat, dan lainnya. Dibangun juga ruang-ruang pertemuan lengkap hingga ruang memasak atau dapur.



















Demikian cerita kami kali ini, kami harus memenuhi undangan buka bersama dari salah satu warga MIIT dan memberikan tausiah Ramadhan dikediamannya. Semoga bermanfaat.
BERSAMBUNG …