Mutiara Ramadhan : PENCAK SILAT DI BUMI MAPLE

Beberapa saat sebelum keberangkatan ke Bumi Maple Kanada, kami kedatangan seorang tamu ahli silat dari Bogor JABAR bernama Pak Ujang. Di dunia persilatan Indonesia nama Pak Ujang ini mungkin tak asing lagi. Ia masternya dibidang seni beladiri ini. Karena semua sabuk konon sudah diperolehnya hingga akhir. 
Kepada kami, Pak Ujang banyak bercerita tentang dunia silat. Ia bercerita bagaimana organisasi silat di Indonesia IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), lalu organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara yang dikenal dengan PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), hingga adanya pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.

Bersama Pak Didin Kuntjoro pelatih Silat di Sayeda Khadeja Center

Lalu tentang aliran silat yang khas dimiliki setiap daerah di Indonesia. Di Jawa Barat misalnya terkenal dengan aliran Cimande, di Jawa Tengah terkenal dengan aliran Merpati Putih, di Jawa Timur terkenal dengan aliran Perisai Diri. Lalu aliran silat yang dimiliki organisasi-organisasi besar seperti NU (Nahdhatul Ulama) dengan aliran PAGAR NUSA, MUHAMMADIYAH dengan aliran TAPAK SUCI, dan sebagainya.

Terakhir ia mengatakan: “Silat yang merupakan seni bela diri asli Indonesia ini adalah seni bela diri yang paling mematikan di dunia. Bila diurutkan, silat menempati ranking pertama diantara seni bela diri yang lain seperti Kung Fu, Karate, Taekwondo, Muang Thai, Jiu Jitsu, Capoeira, Kick Boxing, Wushu, Hapkido, Aikido, Judo, Gulat, Tinju, dan sebagainya.”

Di Kanada, kami pun dipertemukan dengan salah satu warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) bernama Pak Didin Kuntjoro berasal dari Malang JATIM yang juga menggeluti seni bela diri ini. Bahkan disela-sela kesibukkannya, Pak Didin mau menularkan ilmu silatnya di Sayeda Khadija Centre dan lembaga-lembaga lain di sini. Ini menarik bagi kami, karena seni bela diri khas Indonesia ini bisa dikenal oleh masyarakat di sini. Pa Didin mensyaratkan siswa yang belajar silat kepadanya harus beragama Islam.
Selain itu, Imam Sayeda Khadija Centre, Prof. Dr. Hamid Slimi ternyata juga sangat hobi dengan seni bela diri khas Indonesia ini. Bahkan berencana membuka sekolah khusus pencak silat di sini. Ia selalu mengatakan di sela-sela ceramahnya: “Orang Islam itu harus baik otaknya (cara berpikirnya), bagus hatinya (spritualnya), dan sehat badannya.”

Bagi kami, bila perlu silat ini tidak sekedar dijadikan olah raga, atau seni beladiri, atau ajang atraksi saja, tapi diniatkan untuk perjuangan menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini. Bila Nabi memerintahkan umatnya agar belajar memanah dan berkuda tidak lain dan tidak bukan agar musuh-musuh Allah menjadi gentar, maka sama halnya dengan silat bila diniatkan untuk berjuang di jalan-Nya.

Bila sewaktu-waktu seni bela diri ini dibutuhkan untuk menghadapi musuh-musuh Allah, maka kaum muslimin sudah siap dengan amunisinya tersebut. Berjuang menegakkan ajaran Allah itu wajib, maka amunisi untuk menegakkan perjuangan tersebut pun menjadi wajib.
Perhatikan firman Allah:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal (8): 60).

RUMAH-RUMAH DI KANADA (04/O6/2017)

Beberapa kali kami diundang buka bersama oleh warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) dan kami perhatikan setiap rumah yang hampir sama karakternya.

Bukber di rumah Mas Indra dan Mbak Desy

1. Setiap rumah pasti memiliki basement atau ruangan di bawah permukaan tanah. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah di sini ada basementnya? Mereka menjawab, kegunaannya banyak, bisa untuk gudang, untuk istirahat, untuk salat berjamaah, untuk mencuci pakaian, bila ada angin puting beliung bisa untuk berlindung, dan seterusnya.  

2 Kloset kering tidak seperti kloset-kloset di Indonesia yang basah. Bagi yang tidak terbiasa atau pertama kali menggunakan kloset kering pasti akan merasakan kesulitan dan tidak nyaman.

3. Bangunan di dalam (interior) rumah bukan dari beton tapi dari kayu yang di cat seperti beton. Hanya luarnya (eksterior) saja yang dilapisi beton. 

4. Setiap kamar mandi, kloset, dan wastafel dilengkapi dengan air dingin dan air panas. Semua ini rata di semua rumah di Kanada dan menjadi standar rumah-rumah di sini.

5. Setiap malam semua penghuni rumah pasti mematikan seluruh lampu rumahnya baik yang di dalam maupun yang di luar. Tapi kalau ada orang atau hewan lewat di depan rumah tersebut otomatis lampu luar rumah menyala. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah dimatikan? Minimal kan lampu luar tidak? Mereka menjawab, untuk menghemat listrik dan keamanan di sini memang terjamin.

Informasi ini sengaja kami tulis agar kami tidak begitu saja melupakan perjalanan kami di sini. Syukur-syukur menjadi informasi bermanfaat bagi rekan-rekan kami di Indonesia khususnya yang ingin membangun rumah seperti rumah-rumah di Kanada.

Bukber di rumah Pak Rudi dan Bu Annisa

Demikian cerita kami kali ini semoga bermanfaat. 

BERSAMBUNG …

Diterbitkan oleh wisnuwidiarta

Hi, my name is Wisnu Widiarta. I am a movie lover and love traveling especially camping and doing outdoor activities. Coding and problem solving in general are things I love as well.

Tinggalkan komentar