Jangan salah investasi dalam hidup. Salah investasi harta, hidupmu bisa kekurangan bekal. Salah investasi hati, hidupmu bisa tersakiti. Salah investasi AI, hasilnya token habis isinya halusinasi.
Orang-orang terdekatmu bisa pergi meninggalkanmu, baik karena berkhianat, punya urusan sendiri, atau memang jatahnya habis di dunia ini.
Investasikan harta dan hatimu sebesar-besarnya untuk Tuhanmu. Karena Ia tak pernah pergi meninggalkanmu. Bahkan mereka yang tak percaya kepada-Nya, akan tetap pulang kembali ke asalnya.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d, ayat 28)
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan salat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan (investasi) yang tidak akan rugi. (Surah Fatir, ayat 29-30).
Maka jika mereka berpaling (meninggalkanmu), katakanlah (Muhammad): ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung’. (Surah At Tawbah, 129).
Buat mereka yang lagi merasa dikhianati atau ditinggalkan mereka yang disayangi, ingatlah ayat ini.
Lā tahzan, innallāha ma’anā.
Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. (At Tawbah, 40)
Selamat beraktivitas, semoga setiap hembusan napasmu, setiap langkah kakimu, setiap pijaran neuronmu, dan setiap kinerja mitokondria di setiap sel tubuhmu menjadi catatan terbaik di hari hisab nanti.
Tangsel, 8 Syawal 1447 H.