Hikmah Ramadan: DUA HAL YANG TIDAK AKAN TERKUMPUL DALAM DIRI ORANG MUNAFIK

Diceritakan oleh Ustad Ali Hudaibi dalam safari ramadan ke Toronton, Canada.

Suatu malam selepas mengimami salat Isya, tidak biasanya Imam berdoa yang isinya tentang adab dan akhlak. Inti dari doa tersebut adalah permohonan agar Allah berkenan membaguskan akhlak-akhlak kita, akhlak anak cucu kita, akhlak murid-murid kita, dan seterusnya.

Selama kami bertugas, kami tidak pernah mendengar doa tersebut. Kami menduga bahwa telah terjadi sesuatu pada beliau. Ternyata benar dugaan kami, selepas doa beliau bercerita, bahwa beliau telah diundang dalam buka puasa bersama di suatu tempat, dimana hadir juga di sana para imam dan tokoh masyarakat.

Ketika sedang khusuk menunggu waktu buka, tiba-tiba terdengar suara teriakkan dari belakang, ‘azan..azan..ayookk azan sudah masuk waktunya nihhh, dengan suara sangat lantang.’ Padahal semua tahu waktu azan belum masuk. Tapi ia terus mengulangi teriakkannya tanpa mengindahkan hadirnya para tokoh di sana.

Kejadian seperti ini tentu tidak elok bila terjadi pada orang yang mengeyam pendidikkan. Kalau pun benar sudah masuk waktu Magrib atau waktu buka puasa, tak perlu pula teriak-teriak.

Teringat satu hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Dua hal yang tidak akan terkumpul dalam diri orang munafik; perangai yang baik (husnu samtin) dan pemahaman terhadap agama (fiqhun fi al-Din).” (HR. al-Tirmidzi).

Tulisan ini bukan dalam rangka atau sedang menuduh siapapun, tapi sebagai pengingat bahwa adab atau akhlak itu sangat penting dan perlu dimiliki serta dilakukan oleh setiap orang.

Kita bisa meneladani bagaimana misalnya para sahabat tidak meninggikan suara ketika sedang berbicara dengan Rasulullah. Ketika bertemu, mereka mencium tangan Rasulullah dengan tawadhu. Ketika berjalan, mereka tidak berjalan di depan Rasulullah.

Dari sini kemudian Imam Malik berkata: “Adab harus didahulukan dari ilmu. Karena adab inilah yang membuat seorang murid mudah menerima ilmu dari guru-gurunya. Selain itu, adab akan membuat orang yang berilmu semakin harum wanginya.”

Sebagai bagian dari pengamalan atas nasihatnya tersebut, Imam Malik senantiasa membuka sandalnya ketika memasuki kota Madinah. Para murid bertanya, “Wahai Imam, apakah yang membuatmu melepas sandal ketika memasuki kota Madinah?”

Beliau menjawab, “Bagaimana mungkin aku mengenakan sandal saat menjejakkan kaki di bumi yang di dalamnya bersemayam jasad manusia paling mulia, Nabi Agung Panutan Semesta, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam?”

BERSAMBUNG …

 

 

Buka Bersama dan Pemberian Santunan Anak Yatim

Minggu lalu Warga Panser dan para pengurus Masjid Al Ikhlas mengadakan acara buka puasa bersama dan pemberian santuanan kepada anak yatim dan janda dhuafa.

Data Santunan Yatim sebagai berikut :

1. Yatim Pocis + LUK = 30 orang
2. Yatim Buaran = 38 orang
3. Yatim Yayasan Griya Permata Pamulang = 14 orang
4. Yatim Binaan Bunda Eva = 10 Orang
5. Janda tua dhuafa Gang Kembang = 7 orang

Tauziah disampaikan oleh Ustad Turmudzi yang mengingatkan akan manfaat sedekah dan menyayangi anak yatim.

“Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak”, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya, demikianlah sabda Baginda SAW. (H.R. Bukhari)

“Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Al Baqarah : 261 )

 

Komunitas Muslim Indonesia di Toronto

Pertama kali kami berkunjung ke Toronto tahun 2016 lalu, kami dipertemukan oleh Imam Sayeda Khadija Centre Prof. Dr. Hamid Slimi dengan komunitas muslim Indonesia yang tinggal di kota ini. 
Kesempatan baik ini tentu kami manfaatkan untuk menjalin tali silaturahim plus menanyakan tentang berbagai keadaan masyarakat muslim di kota ini termasuk muslim Indonesia.

Dari data yang kami peroleh, ada sekitar 500 muslim Indonesia yang tinggal di kota ini. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam profesi dan keahlian.

Mereka orang-orang pilihan, seru salah seorang warga Indonesia yang sudah lama di Toronto. Karena dari sekian banyak orang Indonesia yang ingin bekerja atau belajar di kota ini hanya merekalah yang ditakdirkan sampai ke kota ini. Ini patut disyukuri.

Di kota ini mereka membuat satu komunitas muslim Indonesia yang mereka namakan MIIT (Masyarakat Islam Indonesia di Toronto). 
Komunitas ini mengawali kegiatannya dengan mengadakan pengajian bulanan dari rumah ke rumah warga Indonesia di Toronto dan sekitarnya.

Semakin lama komunitas ini semakin banyak, maka diputuskanlah pengajian rutin itu dilakukan di KJRI Toronto hingga sekarang karena tempat yang tidak memungkinkan lagi bila dilakukan di rumah-rumah warga Indonesia. 


Selain pengajian rutin, MIIT juga mengadakan kegiatan sosial seperti family walk, piknik, camping, pengajian anak anak, olah raga bersama keluarga, auto workshop, entrepreneur workshop, sepeda bersama keluarga, dan bazar.


Kegiatan sosial tersebut ditujukan untuk memperat tali silaturahim dan memperkokoh persatuan umat Islam Indonesia di Toronto sekaligus untuk memberikan dan mengajarkan budaya Indonesia kepada anak anak.


Kegiatan yang relatif baru adalah muktamar dan youth retreat. Kedepan MIIT berencana membuka MIIT Centre untuk mengakomodasi seluruh kegiatan dan program tahunan MIIT. Gedung ini juga akan menjadi cikal bakal masjid Indonesia di Toronto. InsyaAllah.


Kepengurusan MIIT dipilih secara musyawarah atas asas kebersamaan dan semata untuk mencari ridha Allah. Kepengurusan yang sekarang (tahun 2017) di bawah: Bpk. Abul Siregar (ketua). Bpk. Bona Murti (wakil ketua). Bpk. Didien Koentjoro (sekertaris). Dan Ibu Sita Purwitasari (bendaraha).

Selama kami bertugas di Sayeda Khadija Centre, kami pun beberapa kali mengisi pengajian yang diadakan oleh MIIT. Harapan kami kedepan semoga MIIT semakin berkembang dan dengan kekompakkan anggotanya bisa mewujudkan MIIT Centre yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya masjid Indonesia di Toronto. Amin.

Bukber

BERSAMBUNG ….
Diceritakan oleh Ustad Ali Hudaibi dalam safari ramadhan beliau ke Toronto Canada.

Mutiara Ramadhan : PENCAK SILAT DI BUMI MAPLE

Beberapa saat sebelum keberangkatan ke Bumi Maple Kanada, kami kedatangan seorang tamu ahli silat dari Bogor JABAR bernama Pak Ujang. Di dunia persilatan Indonesia nama Pak Ujang ini mungkin tak asing lagi. Ia masternya dibidang seni beladiri ini. Karena semua sabuk konon sudah diperolehnya hingga akhir. 
Kepada kami, Pak Ujang banyak bercerita tentang dunia silat. Ia bercerita bagaimana organisasi silat di Indonesia IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), lalu organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara yang dikenal dengan PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), hingga adanya pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.

Bersama Pak Didin Kuntjoro pelatih Silat di Sayeda Khadeja Center

Lalu tentang aliran silat yang khas dimiliki setiap daerah di Indonesia. Di Jawa Barat misalnya terkenal dengan aliran Cimande, di Jawa Tengah terkenal dengan aliran Merpati Putih, di Jawa Timur terkenal dengan aliran Perisai Diri. Lalu aliran silat yang dimiliki organisasi-organisasi besar seperti NU (Nahdhatul Ulama) dengan aliran PAGAR NUSA, MUHAMMADIYAH dengan aliran TAPAK SUCI, dan sebagainya.

Terakhir ia mengatakan: “Silat yang merupakan seni bela diri asli Indonesia ini adalah seni bela diri yang paling mematikan di dunia. Bila diurutkan, silat menempati ranking pertama diantara seni bela diri yang lain seperti Kung Fu, Karate, Taekwondo, Muang Thai, Jiu Jitsu, Capoeira, Kick Boxing, Wushu, Hapkido, Aikido, Judo, Gulat, Tinju, dan sebagainya.”

Di Kanada, kami pun dipertemukan dengan salah satu warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) bernama Pak Didin Kuntjoro berasal dari Malang JATIM yang juga menggeluti seni bela diri ini. Bahkan disela-sela kesibukkannya, Pak Didin mau menularkan ilmu silatnya di Sayeda Khadija Centre dan lembaga-lembaga lain di sini. Ini menarik bagi kami, karena seni bela diri khas Indonesia ini bisa dikenal oleh masyarakat di sini. Pa Didin mensyaratkan siswa yang belajar silat kepadanya harus beragama Islam.
Selain itu, Imam Sayeda Khadija Centre, Prof. Dr. Hamid Slimi ternyata juga sangat hobi dengan seni bela diri khas Indonesia ini. Bahkan berencana membuka sekolah khusus pencak silat di sini. Ia selalu mengatakan di sela-sela ceramahnya: “Orang Islam itu harus baik otaknya (cara berpikirnya), bagus hatinya (spritualnya), dan sehat badannya.”

Bagi kami, bila perlu silat ini tidak sekedar dijadikan olah raga, atau seni beladiri, atau ajang atraksi saja, tapi diniatkan untuk perjuangan menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini. Bila Nabi memerintahkan umatnya agar belajar memanah dan berkuda tidak lain dan tidak bukan agar musuh-musuh Allah menjadi gentar, maka sama halnya dengan silat bila diniatkan untuk berjuang di jalan-Nya.

Bila sewaktu-waktu seni bela diri ini dibutuhkan untuk menghadapi musuh-musuh Allah, maka kaum muslimin sudah siap dengan amunisinya tersebut. Berjuang menegakkan ajaran Allah itu wajib, maka amunisi untuk menegakkan perjuangan tersebut pun menjadi wajib.
Perhatikan firman Allah:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal (8): 60).

RUMAH-RUMAH DI KANADA (04/O6/2017)

Beberapa kali kami diundang buka bersama oleh warga MIIT Kanada (Masyarakat Islam Indonesia Toronto Kanada) dan kami perhatikan setiap rumah yang hampir sama karakternya.

Bukber di rumah Mas Indra dan Mbak Desy

1. Setiap rumah pasti memiliki basement atau ruangan di bawah permukaan tanah. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah di sini ada basementnya? Mereka menjawab, kegunaannya banyak, bisa untuk gudang, untuk istirahat, untuk salat berjamaah, untuk mencuci pakaian, bila ada angin puting beliung bisa untuk berlindung, dan seterusnya.  

2 Kloset kering tidak seperti kloset-kloset di Indonesia yang basah. Bagi yang tidak terbiasa atau pertama kali menggunakan kloset kering pasti akan merasakan kesulitan dan tidak nyaman.

3. Bangunan di dalam (interior) rumah bukan dari beton tapi dari kayu yang di cat seperti beton. Hanya luarnya (eksterior) saja yang dilapisi beton. 

4. Setiap kamar mandi, kloset, dan wastafel dilengkapi dengan air dingin dan air panas. Semua ini rata di semua rumah di Kanada dan menjadi standar rumah-rumah di sini.

5. Setiap malam semua penghuni rumah pasti mematikan seluruh lampu rumahnya baik yang di dalam maupun yang di luar. Tapi kalau ada orang atau hewan lewat di depan rumah tersebut otomatis lampu luar rumah menyala. Ketika kami tanyakan kenapa semua rumah dimatikan? Minimal kan lampu luar tidak? Mereka menjawab, untuk menghemat listrik dan keamanan di sini memang terjamin.

Informasi ini sengaja kami tulis agar kami tidak begitu saja melupakan perjalanan kami di sini. Syukur-syukur menjadi informasi bermanfaat bagi rekan-rekan kami di Indonesia khususnya yang ingin membangun rumah seperti rumah-rumah di Kanada.

Bukber di rumah Pak Rudi dan Bu Annisa

Demikian cerita kami kali ini semoga bermanfaat. 

BERSAMBUNG …

Mutiara Ramadhan: GEREJA DISULAP MENJADI MASJID (02/06/2017)

Sore hari selepas mengisi acara tentang Fiqh of Family di Annual Fiqh Conference yang diadakan Canadian Centre for Deen Studies bersama Prof. Dr. Abdullah Shami dan Prof. Dr. Hamid Slimi, kami ditemani beberapa kawan dari MIIT; Mas Didin (Malang), Mas Indra (Jakarta), dan Mas Faisol (Tulungagung) berkunjung ke salah satu masjid bersejarah di kota Toronto, Masjid Jami namanya. 
Masjid Jami merupakan pusat kegiatan Islam Kanada tertua di Toronto yang mendapat julukkan, “Ibu dari semua masjid di Toronto.” Masjid tersebut pada awalnya adalah gereja yang diubah fungsi menjadi masjid. Beralamat di 56 Boustead Ave, Toronto, ON M6R 1Y9.

Dari luar, Masjid Jami tampak tidak seperti masjid pada umumnya. Terkesan seperti sengaja dibiarkan dengan gaya arsitektur lama dari gerejanya untuk memberi pesan perjuangan kaum muslimin di kota tersebut. Hanya tertulis nama masjid, itu pun sangat kecil.

Dari dalam, pun demikian, hanya kiblat yang membedakan antara masjid dan gereja. Selebihnya dibiarkan seperti bangunan gereja pada awalnya yang dibangun tahun 1910 sebagai Gereja Presbiterian, lalu dibeli tahun 1969 oleh komunitas muslim kecil di Toronto.

Keunikan lain dari masjid bersejarah tersebut adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah perumahan orang-orang Yahudi. Jadi, mereka yang berjamaah di Masjid Jami kebanyakan orang-orang yang berdomisili jauh dari lokasi.

Gereja yang “disulap” menjadi masjid seperti ini di Amerika Serikat sangat banyak. Di Kanada yang kami dengar hanya Masjid Jami saja. Semoga perjuangan kaum muslim yang dimulai dari masjid ini semakin berkembang dan menyebar luas di Benua Amerika ini.

Sebelum berkunjung ke Masjid Jami, kami sempat mengunjungi beberapa masjid di sekitar Mississauga Toronto seperti Masjid Al-Farooq, Masjid ISNA Canada, Masjid Anatolia Islamic Centre, dan Musalla Al-Abbas, dan Masjid Dar Al-Tawheed Islamic Centre.

Masjid Al-Farooq beralamat di 935 Eglinton Ave W, Mississauga, ON L5V 1R6 7.5 km. Didirikan tahun 1987 sebagai masjid pertama di Mississauga Toronto. Masjid tersebut terletak di pusat kota Mississauga yang padat penduduknya dengan umat Islam.

Masjid Al-Farooq masuk dalam organisasi amal yang terdaftar dan mengeluarkan penerimaan pajak penghasilan yang dapat dikurangkan untuk semua sumbangan. Juga termasuk anggota Dewan Imam Kanada dan anggota Koalisi Organisasi Muslim (COMO). Pada tahun 2007, Masjid menyelesaikan pembangunan bangunan barunya seluas 8.500 kaki persegi.

Adapun Masjid Anatolia Islamic Centre beralamat di 5280 Maingate Drive

Mississauga, Ontario Canada L4W 1G5. Didirikan pada tahun 1998 dan dikelola oleh saudara-saudara kita dari Turki.

Setiap hari masjid tersebut menyediakan buka bersama untuk jamaah. Ada hal menarik yang kami dengar dari Imam masjid tersebut (konon ia berasal dari Mesir), yaitu setiap selesai ceramah ia selalu memberi kuis kepada jamaah dan siapa pun yang mampu menjawab pasti akan mendapat hadiah darinya.

Adapun ISNA Islamic Centre of Canada beralamat di 2200 South Sheridan Way, Mississauga, Ontario, Kanada, L5J 2M4. Merupakan masjid terbesar di Kanada dan memiliki legalitas untuk menilai produk-produk yang akan dijual apakah halal atau haram. Kalau di Indonesia ISNA Islamic Centre ini seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Selanjutnya Musalla Al-Abbas beralamat 3490 Mavis Rd, Mississauga, Ontario, Canada, L5C 1T8. Musalla tersebut seharusnya disebut masjid jami karena digunakan untuk salat Jumat. 

Yang disebut musalla pada masa Nabi adalah sebuah lapangan luas yang khusus digunakan untuk dua salat ‘Id plus salat Istisqa. Lapangan tersebut dipagari dan tidak boleh digunakan untuk sembarang kegiatan.

Hanya kemudian makna musalla bergeser menjadi bangunan masjid yang mini. Padahal, selama bangunan masjid itu tidak digunakan salat Jumat, maka sebut saja dengan masjid. Sebaliknya, bila digunakan salat jumat, maka sebut saja dengan masjid jami. Musalla Al-Abbas memiliki motto: “Service to humanity is service to Allah”

Masjid terakhir yang kami kunjungi adalah Masjid Dar Al-Tawheed Islamic Centre beralamat 5550 McAdam Rd., Mississauga, Ontario, Canada, L4Z 1P1.

Ada sekitar 20 masjid lebih tersebar di kota Toronto dan 250 masjid lebih tersebar di seluruh kota Kanada. Ada yang bentuknya murni masjid. Dan ada pula yang tidak seperti masjid. Yang tidak tampak seperti masjid ini biasanya dikenal dengan Islamic centre yang di dalamnya. Karakteristik masjid di Kanada umumnya tidak seperti karakteristik masjid di Indonesia. Di Indonesia, masjid itu lebih banyak digunakan untuk salat saja. Jarang ada ruangan lain yang dibangun untuk kegiatan di dalam masjid. 

Di Kanada tidak demikian, mungkin saking minimnya, masjid-masjid itu benar-benar dibangun menjadi pusat kegiatan Islam yang tidak hanya untuk salat saja, tapi dilengkapi dengan ruang sekolah, ruang olahraga seperti basket, futsal, silat, dan lainnya. Dibangun juga ruang-ruang pertemuan lengkap hingga ruang memasak atau dapur.

Demikian cerita kami kali ini, kami harus memenuhi undangan buka bersama dari salah satu warga MIIT dan memberikan tausiah Ramadhan dikediamannya. Semoga bermanfaat.
BERSAMBUNG …

Mutiara Ramadhan – JANGAN TERTUSUK DURI DULU BARU SIBUK MENCABUTNYA

 

Sebagai negara maju, Kanada layak dijadikan barometer bagi setiap negara yang ingin memajukan negaranya. Ketertiban, kebersihan, dan disiplin warganya dalam bekerja tidak diragukan lagi. Belum bicara infrastruktur, jasa kesehatan, dan biaya pendidikkan yang gratis hingga menengah atas.

18815433_1763075287042159_1026028501682635782_o

Bila sejenak keliling-keliling kota di Kanada-sebutlah Toronto yang merupakan kota terbesar di Kanada-akan ditemukan ajaran Islam yang teramalkan di sini. Ajaran yang justru ada di tengah-tengah mayoritas non muslim.

Misalnya, tidak ada pengemudi mobil yang saling adu klakson dengan pengemudi lainnya karena buru-buru atau suatu hal. Bila ruas jalan diperuntukkan untuk tiga mobil maka harus untuk tiga mobil tidak boleh lebih. Bila lebih, maka siap-siap terkena sanksi.

Semua pengemudi dan penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman (seat belt). Bila penumpang kedapatan tidak menggunakan sabuk pengaman, maka yang dikenai sanksi (denda) bukan supirnya tetapi penumpangnya.

Setiap belokan, atau pertigaan, atau perempatan jalan, ada pejalan atau tidak, semua pengemudi pasti mengurangi kecepatannya. Bahkan berhenti bila terlihat ada pejalan yang mau menyeberang. Padahal tidak ada lampu merah atau rambu lalu lintas.

Ini bagi kami sangat indah. Sungguh sangat indah. Tidak mentang-mentang berada di dalam mobil lalu seenaknya dijalanan. Jati diri Kanada yang indah inilah yang mampu menyatu dengan kehidupan warganya sehingga mereka bisa tertib dan saling menghormati.

Misalnya lagi, setiap mobil yang sedang dikemudikan wajib berjarak antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, wajar bila tingkat kecelakan di kota ini atau kota-kota lainnya di Kanada sangat rendah.

Inilah yang kami maksud dengan ajaran Islam yang teramalkan. Sangat indah dan langsung dirasakan manfaatnya. Bukankah mencegah kerusakan itu lebih utama dan harus diprioritaskan dari hanya mengambil manfaat saja.

Yang baik itu bukan tertusuk duri dulu baru sibuk mencabutnya. Tapi mencegahnya agar tidak tertusuk. Caranya adalah dengan gotong royong membersihkan atau menghilangkan duri dijalanan (imathat al-adza ‘ani al-thariq) atau lebih luasnya membersihkan sampah, dan seterusnya. Bila kerusakan mampu dicegah maka manfaat pun akan datang dengan mudah.

Hanya, negara terluas di Amerika bagian utara dengan lambang daun maple ini menjadi salah satu negara yang melegalkan LGBT. Boleh jadi karena alasan HAM. Bila di Indonesia atau di negara lain yang menolak LGBT, kamar mandi umum itu dibuat menjadi dua, yaitu khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan. Maka di sini ditambah satu, yaitu khusus untuk LGBT. Dalam hal ini, Islam tetap pada prinsipnya yang melarang hal demikian.

Pembaca yang budiman, demikian cerita kami kali ini. Kami sedang ditunggu salah keluarga warga MIIT yang katanya sudah memasak sayur asem dan ikan pepes kesukaan kami untuk kami buka puasa bersama dikediamannya. Semoga bermanfaat.

BERSAMBUNG …

Mutiara Ramadhan – Azhan di Kanada

Seperti pada postingan sebelumnya, berikut adalah lanjutan mutiara ramadhan dari perjalanan Ustad Ali Hudaibi di Toronto, Canada.

AZAN HANYA TERDENGAR DI DALAM MASJID (29/05/2017)


Kanada termasuk negara yang sangat terbuka dengan Islam dibanding Amerika. Meski bersebelahan, secara politik kedua negara tersebut sebenarnya saling bersaing. 

Konon, negara pertama yang menerima ribuan pengungsi muslim dari Amerika pasca runtuhnya menara kembar WTC (World Trade Center) 11 September 2001 di New York atau dikenal dengan tragedi 9/11 itu adalah Kanada.

Kaum muslimin di sini mendapat perlindungan sangat baik dari negara. Bila kita berjalan-jalan di mall, atau di pasar misalnya, maka setiap 3-5 menit sekali kita akan melihat muslim yang memakai peci dan muslimat yang memakai kerudung. 

Mereka aman menggunakan atribut keislaman apa saja di sini. Siapa yang menggangu mereka, maka siap-siap menempati tempatnya di jeruji besi.

Dengan banyaknya imigran muslim ke Kanada, maka Islam pun secara pesat berkembang dengan baik di sini. Terbukti dengan banyaknya masjid yang sudah tidak lagi bisa menampung jamaah.

Di Toronto misalnya, dengan jumlah masjid yang hanya 20 buah atau lebih sedikit, ketika tiba hari Jumat, mereka harus mengantri 2 sampai 3 kali salat jumat baru bisa mendirikannya. Ini tanda bahwa perkembangan Islam di sini sangat pesat.

Apakah 3 kali pelaksanaan salat Jumat itu waktunya cukup? Sangat cukup, karena waktu Zuhur ke Asar di sini sangat lama, yaitu sekitar 6 jam atau 3 jam lebih lama dibanding di Indonesia.

Ada hal menarik dari warga non muslim Kanada, ini mungkin saking terbukanya, yakni setiap Ramadan tiba ada sebagian pejabat non muslim yang ikut berpuasa.

Mereka beralasan bahwa puasa itu sesuatu yang universal dan banyak manfaatnya. Mereka pernah ikut buka bersama bersama kami di Sayeda Khadija Centre dan mengatakan bahwa mereka pun sahur untuk berpuasa. MasyaAllah.

Kami hanya berdoa semoga mereka mendapat hidayah Islam, lalu senang dengan ajaran Islam, dan bisa berjuang untuk kemuliaan Islam.

Hanya, ada satu yang kami perhatikan selama beberapa hari di sini, yaitu ketika tiba waktu azan, masjid-masjid di sini tidak diperkenankan melantunkan azan hingga terdengar ke luar masjid, cukup terdengar di dalam saja.

Ketika kami tanyakan, kenapa tidak diperkenankan keluar? Jawaban mereka, agar tidak menganggu dan tetap menjaga ketertiban.

Lalu dari mana mereka tahu bahwa waktu salat sudah masuk? Mereka mengetahuinya dari jadwal salat yang sudah disusun rapih oleh Sayeda Khadija Centre lengkap dengan waktu iqamatnya. 

Kami hanya berdoa semoga azan yang menjadi syiar Islam ini kedepannya bisa diperbolehkan untuk diperdengarkan hingga ke luar masjid dan tidak dinilai sebagai sesuatu yang mengganggu atau merusak ketertiban, juga berharap menjadi syiar bagi siapa saja yang mendengarnya.

TRADISI SALAMAN (30/05/2017)

Ada hal menarik yang kami perhatikan dari kebiasaan jamaah Sayeda Khadija Centre khususnya di waktu-waktu sebelum dan setelah salat berjamaah, yaitu saling bersalaman antara satu dengan lainnya.

Tidak hanya bersalaman tapi juga saling mengawali dengan Assalamu’alaikum sembari menanyakan kabar how are you dengan mimik muka berseri. Tak jarang bahkan saling merangkul seolah baru pertama kali bertemu. Hal itu dilakukan setiap hari khususnya ketika hendak salat berjamaah dan setelahnya. 

Kami sendiri mungkin ratusan kali disalami jamaah setiap harinya. Padahal baru saja tadi bertemu sekarang sudah disalami lagi. Sesuatu yang jarang kami temukan di negeri sendiri.

Bagi kami itu sangat indah, betul sangat indah. Salaman itu menghilangkan penyakit dengki, ujub, takabbur, dan menumbuhkan kasih sayang serta semangat persaudaraan. Selain tentu menghapus kesalahan pelakunya sebagaimana sabda Baginda Nabi.

Sesuatu yang baik bila ajaran salaman tersebut menjadi tradisi yang tidak bosan-bosannya dilakukan. Keberkahan akan terus mengalir ketika kebaikan itu terus menerus dilakukan.

Kalau ada seorang tokoh, maka anak-anak di sini diperintah orang tuanya agar cepat-cepat menyalami tokoh tersebut. Hanya tradisi salaman anak kecil di sini tidak seperti tradisi salaman anak kecil di Indonesia. Atau salaman seorang murid ke guru di sini tidak seperti salaman seorang murid ke guru di Indonesia. Kalau di Indonesia anak kecil atau murid salaman dengan orang tua atau guru atau tokoh pasti dicium tangannya. Di sini kami tidak menemukannya.

Salaman itu ajaran Islam. Meski terlihat simple tapi menyimpan nilai yang sangat dalam. Salah satunya memperkokoh persudaraan atau silaturrahim.

Islam akan jaya manakala kaum muslimin kuat, Islam akan kuat manakala kaum muslimin bersatu, dan Islam akan bersatu manakala kaum muslimin saling menjaga silaturrahim.

MENYAMBUT TA’JIL DENGAN TA’LIM (31/05/2017)


Satu jam sebelum magrib jamaah sudah memenuhi masjid Sayeda Khadija Centre menunggu ta’jil kemudian dilanjut dengan jamaah salat magrib. 

Sambil menunggu atau i’tikaf ada yang sibuk membaca Al-Quran, melantunkan zikir, mengajari anak-anaknya baca tulis al-Qur’an, dan sebagainya. 

Sesekali, Sayeda Khadija Centre juga menghadirkan para tokoh atau guru untuk memberikan ta’lim sebelum ta’jil.

Tradisi ini berlaku juga di Indonesia.

Hanya yang kami kagum di sini adalah kekompakkan para khadim Sayeda Khadija Centre dalam menghormati jamaahnya.

Untuk ta’jil pertama semua jamaah hanya diberikan kurma dan air putih saja. Mereka kompak karena setelah memberi ta’jil kepada ratusan jamaah itu tidak terlihat satu kotoran pun terjatuh di karpet setelahnya. Mereka bergegas keliling membersihkan. Dan benar-benar bersih beriringan dengan selesainya azan dikumandangkan.

Selesai azan, Imam memberi kesempatan kepada jamaah untuk berdoa, karena sebagaimana diketahui bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak tertolak. Rasulullah bersabda: “Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak: 1. Pemimpin yang adil. 2. Orang yang berpuasa ketika berbuka. 3. Orang yang teraniaya.”

Selepas magrib dengan tertib para jamaah memasuki ruangan khusus untuk menyempurnakan ta’jilnya dengan buka bersama yang sudah disiapkan Sayeda Khadija Centre. 

Adapun kami menemani seorang tokoh yang didatangkan Sayeda Khadija Centre, yaitu Shaikh Zahir Bacchus, beliau Imam & direktur Jamiat-ul-Ansar di Brampton di ruangan yang sudah disiapkan selepas beliau mengisi ta’lim untuk jamaah Sayeda Khadija Centre. Semoga berkah.


BERSAMBUNG ….

Mutiara Ramadhan – Safar Ustad Ali Hudaibi

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Mulai hari ini kami akan berbagi kisah perjalanan Ustad Ali Hudaibi, MA. Beliau adalah Dosen Darus Sunnah  dan juga Imam di Masjid UIN Jakarta. Beliau juga mengajar tentang hadis di Masjid Al Ikhlas dalam kajian kuliah subuh beberapa kali dalam sebulan. Saat ini beliau sedang mengisi kegiatan ramadhan di Canada dan kami akan membagikan kisah selama beliau berada di sana. Semoga kita bisa mendapatkan hikmah positif dan wawasan mengenai budaya di Canada, terutama selama bulan ramadhan.

SAFAR ITU BAGIAN DARI SIKSA (24/05/2017)

Alhamdulillah, setelah kurang lebih 30 jam perjalanan udara-plus transit-kami sampai juga ke kota Toronto – Canada dengan selamat tanpa suatu apapun.

Perjalanan ke kota ini dalam rangka memenuhi undangan Ramadhan dari salah satu pusat studi Islam terbaik di kota ini, yaitu Sayeda Khadija Centre yang beralamat di 7150 Edwards Blvd, Mississauga, ON L5S 1Z1, Ontario, Toronto, Canada.

Img2

Perjalanan atau biasa orang mengatakan safari Ramadhan tahun 2017 ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya dengan undangan yang sama di tahun 2016.

Dari Jakarta kami berangkat menggunakan jasa pesawat Air China tanggal 24 Mei pukul 00.40 dan transit di Xiamen pukul 08.00 pagi lalu transit lagi di Beijing pukul 12.00. Di Beijing kami transit lumayan lama; 6-7 jam. Setelah itu berganti pesawat Air Canada sampai Toronto pukul 19.00 di tanggal yang sama 24 Mei dengan durasi waktu 12 jam dari Beijing. Waktu Toronto terlambat 12 jam dengan Jakarta.

Ketika sampai di bandara Toronto kami harus melewati pemeriksaan Visa untuk Canada. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan pihak pemeriksa kepada kami:
1. Apa agama Anda?
2. Muslim Sunni atau Syi’ah?
3. Dalam rangka apa Anda ke Canada?
4. Apa pekerjaan Anda di Indonesia?

Setelah semua kami jawab, kami pun diberbolehkan masuk dengan tanpa ada masalah yang berarti. Alhamdulillah.

Di luar bandara kami sudah ditunggu oleh Imam Sayeda Khadija Centre Prof. Dr. Hamid Slimi (pernah menjadi dosen tamu selama tiga bulan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 dan pernah membimbing adik-adik kami di Darus Sunnah Internasional Institute for Hadith Seciences selama beliau di sana) dan langsung membawa kami untuk istirahat di Sayeda Khadija Centre.

Memang benar sabda Baginda Nabi, “Safar (perjalanan) itu bagian dari siksa.” Kami merasa sedikit kurang enak badan. Kami pun langsung istirahat hingga pagi subuh setelah perjalanan panjang.

RAMAH TAMAH DENGAN SESEPUH MASYARAKAT ISLAM INDONESIA TORONTO (25/05/2017)

Setelah subuh kami melanjutkan istirahat hingga sore. Kami tidak keluar kamar kecuali untuk mengimami salat maktubah dan menyalami para jamaah sebagai tanda bahwa kami sudah sampai di Toronto memenuhi undangan mereka. Setelah itu kembali untuk istirahat.

18673228_1757515764264778_3546955075392540536_o

Selepas magrib kami mendapat undangan dari salah satu sesepuh MIIT (Masyarakat Islam Indonesia Toronto) untuk beramah tamah di kediaman beliau. Kami pun langsung memenuhi undangan tersebut diantar langsung oleh Imam dan beberapa khadimnya dari Sayeda Khadija Centre. Di sana sudah hadir beberapa warga MIIT.

18740743_1757490637600624_3452175455138012254_n

Kami merasa senang karena merasa di negeri sendiri kala bertemu mereka. Makanan yang dihidangkan pun ala-ala Indonesia. Alhamdulillah.

18699844_1757490594267295_2114375823012944742_n

Benar kata orang tua, jangan pernah takut berhijrah atau berdakwah ke negeri orang meskipun sendiri, karena di sana pasti akan menemukan orang-orang yang ditinggalkan. Maksudnya; kebaikan, petunjuk, perhatian, dan hal-hal positif lainnya akan ditemukan di sana.

TARAWEH PERTAMA DAN TRADISI TADARUS YANG DILESTARIKAN (26/05/2017)

Taraweh dilakukan pada Jumat malam dengan jumlah rakaat 20 plus witir 3 rakaat ala Mazhab Hanafi.

Sebelum mengimami taraweh Imam mengatakan kepada kami agar membaca al-Qur’an setengah juz saja di dalam salat. Setengahnya dilanjut setelah taraweh dengan tadarus bersama.

18767904_1757490550933966_2121314167579566382_n

Rupanya Imam senang dengan tradisi Indonesia ini dan ingin tetap melestarikannya. Saran demikian pernah kami sampaikan pada Ramadhan yang lalu dengan alasan waktu yang sangat pendek antara selesainya taraweh dengan subuh, yaitu hanya 3 jam. Sementara pagi harinya para jamaah harus bekerja dalam keadaan berpuasa selama 17 jam.

18671327_1757490484267306_6543722766891102197_n

Dalam hal ini Rasulullah pernah mengatakan, “Apabila kalian menjadi imam maka ringankanlah.” Maksudnya jangan memberatkan jamaah.

Suatu hari Rasulullah menegur orang yang dicintainya yaitu Sayyidina Mua’dz karena terlalu panjang mengimami salat Isya yang berujung pada ‘demo’ jamaahnya.

Rasulullah mengatakan, ‘Afattanun Anta (apakah kamu ingin menjadi orang yang suka membuat fitnah)? Demikian Rasul menegur Mua’dz.

Apa makna teguran tersebut? Maknanya adalah bahwa menyampaikan kebaikan saja tidak cukup tanpa diiringi dengan pemahaman akan kondisi sekitarnya. Kebaikan bisa berubah menjadi keburukan atau bahasa Rasul menjadi fitnah ketika tidak muqtadhal hal (selaras dengan keadaan).

Apa yang buruk dari Sayidina Mua’dz? Sekilas sebenarnya tidak ada. Justru semakin banyak membaca al-Qur’an semakin baik dan mendapat pahala yang banyak karena setiap hurufnya dikalikan 10 kebaikan. Tapi menjadi buruk ketika tidak sesuai dengan kondisi jamaah. Kecuali bila sebelumnya ada kesepakatan dengan jamaah maka tidak masalah.

Sebagai Imam yang sudah 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan salah satu di antara 500 orang berpengaruh di dunia dan sudah puluhan tahun tinggal di Canada tentu beliau sangat mengerti keadaan jamaahnya. Keputusan tersebut menurut kami sangat tepat karena melihat kompleknya kebutuhan jamaah.

QARI 9 TAHUN YANG HAFAL 30 JUZ (27/05/2017)

Kami berangkat dari Indonesia sendiri. Di sini, selain ditemani Imam Sayeda Khadija Centre, kami juga dibantu oleh seorang Qari peranakan Pakistan bernama Musa yang sudah hafal 30 Juz di usianya yang masih 9 tahun. Selain hafal 30 Juz, ia juga diberi anugerah suara yang indah dan bacaan yang fasih. Subhanallah.

Al-Qur’an itu indah dan bertambah keindahannya ketika disampaikan dengan cara yang indah; salah satunya dengan suara yang indah. Membaca al-Quran dengan suara yang indah adalah perintah Nabi. Bila keindahan itu menjadi sesuatu yang penting, maka mempelajarinya juga adalah keniscayaan.

Terkadang melalui suara indah seseorang mendapat hidayah. Sebaliknya, seseorang menjadi malas beribadah karena mendengar suara yang tidak indah. Ini salah satu utamanya estetika dalam membaca al-Qur’an yang penting dipelajari.

Membaca al-Quran dengan suara indah bukanlah suatu ketakabburan, karena takabbur adalah perasaan diri lebih baik dari orang lain atau meremehkan dan memandang rendah mereka (ghamth an-nas) atau enggan diberi nasehat (bathar al-haqq) ketika melakukan kesalahan karena merasa lebih baik tadi.

Keindahan itu datangnya dari Allah. Bila seseorang mengetahui bahwa Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan, maka ia pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan sesuatu yang indah untuk-Nya. InsyaAllah, dengan tetap menjaga hati dari penyakit riya’, ujub, takabbur, dan sebagainya.

— BERSAMBUNG —

Tabligh Akbar Isra Mi’raj bersama Ustad Orange

Beberapa waktu yang lalu, 14 Mei 2017, diadakan tabligh akbar Isra Mi’raj di Masjid Al Ikhlas Panorama Serpong. Berikut ini adalah dokumentasi yang diabadikan panitia DKM Al Ikhlas.

Berikut ini adalah summary ceramah yang dibuat oleh Pak Riza Anshari:

Tabligh Akbar Perayaan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, 14 Mei 2017 – Masjid Al Ikhlas Panorama Serpong – Ust. Orange.

Memberi salam hukumnya sunnah, namun menjawab salam hukumnya wajib.

Sebelum melaksanakan Isra’ Mi’raj dada Rasulullah dibelah oleh dua malaikat untuk dibersihkan hatinya.

Peristiwa yg dialami rasulullah dalam perjalanan isra’ mi’raj :

1. Rosulullah melihat orang-orang yang menanam bibit langsung menuai. Jibril memberitahukan bahwa mereka itu adalah orang yg berjuang di jalan Allah dengan ikhlas.
2. Rosulullah mencium bau harum yg lebih harum dari wangi kasturi, yg ternyata bau jasad mashsithah, wanita yg mempertahankan aqidah pada masa Fir’aun.
3. Rasulullah melihat sekelompok orang yg membenturkan kepalanya sendiri dengan batu hingga hancur.
4. Rasulullah melihat sekelompok lelaki yang berebut makanan daging mentah busuk padahal disediakan pula daging matang yang lezat. Jibril mengatakan kepada Rosulullah bahwa itu adalah para lelaki yg suka berselingkuh dan berzina.

Mendirikan shalat berarti menegakkan agama, meninggalkan shalat berarti menghancurkan agama.

Sedekah yang utama bagi seorang suami adalah menyuapi istri walaupun hanya sesuap saja.

Senda gurau istri seperti nilainya sama dengan melakukan ibadah selama setahun.

Bazar Setiap Hari Selama Ramadhan


BAZAR RAMADHAN 2017

RUKUN WARGA 06 – PANORAMA SERPONG

Dalam rangka memeriahkan dan menyemarakan Bulan Suci Ramadhan 2017 ini, kami pengurus RW.06 yang diprakarsai oleh Ibu-Ibu PKK-RW.06 bermaksud untuk menyelenggarakan *Bazar Ramadhan “DARI WARGA UNTUK WARGA”* di area *Bunderan Perumahan Panorama Serpong*, dengan ketentuan pelaksanaan sebagai berikut:

1. Bazar akan dimulai Tgl. 27 Mei s/d 23 Juni 2017

2. Waktu Pelaksanaan : Pukul. 16:00 s/d 18:30 WIB

3. Uang kebersihan Rp 5.000/hari

4. Tempat : Area Bunderan

*Adapun tujuan Bazar ini sbb :*

1. Mempermudah bagi warga panser untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa dengan lebih bervariasi

2. Memberdayakan potensi kuliner bagi warga panser

*Untuk Info & Pendaftaran silahkan menghubungi :*

1. Ibu Roy Pamenang

2. Ibu Wiwi Jazuli

3. Ibu RW