
Ustadz Ali Mohammad Al Hudhaibi, S.S.I., Lc., MA. atau dikenal dengan panggilan Ustadz Ali Hudaibi, MA. lahir di Garut, Jawa Barat. Ia putra pertama pasangan Bapak KHR. Deden Abdul Hakiem dan Ibu Dra. Hj. Een Juhairiah, M.Pd.I. Ia memiliki seorang istri bernama, Siti Mu’awanah, S.Sos., Lc., M.Sos., dan tiga orang anak bernama, Fawwaz Fajrurrahman Hakiem, Mumtaz Hakiem Mubarak, Sahnaz Sayeda Auliya Hakiem. Kini ia tinggal di Perumahan Dosen Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences, Ciputat, Tanggerang Selatan; sebuah institusi berbasis hadis yang didirikan oleh (alm) Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA.
Pendidikan dasarnya dimulai dari MI. Al-Khairiyah Garut. Selain sekolah formal di sekolah tersebut, ia juga telah diperkenalkan sejak dini oleh orang tuanya tentang ilmu-ilmu kepesantrenan, seperti ilmu nahu, saraf, fikih, dan lainnya, di pesantren yang diasuh dan dikelola sendiri oleh orang tuanya.
Setamatnya dari sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di MTs. Sunan Pandanaran Yogyakarta hingga menengah atasnya, yaitu Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Sunan Pandanaran; almamater yang sama. Selain itu, ia juga berkesempatan langsung mulâzamah dan menimba ilmu dari Pendiri dan Pengasuh Pesantren tersebut, yakni Hadhratussyaikh KH. Muhammad Mufid Mas’ud al-Hâfizh, khususnya tahfizh Alquran. Kepada beliau ia merampungkan seluruh hafalan Alqurannya.
Setamatnya dari sana, ia melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengambil Fakultas Dirasat Islamiyah. Pada saat yang sama, ia juga menimba ilmu di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Ciputat, asuhan (alm) Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. Kepada ahli hadis tersebut, ia belajar langsung Kutub as-Sittah, Tadrîb ar-Râwî, Thuruq Fahm al-Hadîts, Takhrîj wa Dirâsat al-Asânîd, dan pustaka-putaka ilmu keagamaan lainnya, khususnya hadis dan ilmu hadis. Ia lulus dari Darus-Sunnah dengan predikat, al-fâiz al-awwâl; terbaik pertama.
Kemudian ia melanjutkan Strata Dua (S2) di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta mengambil konsentrasi Ulumul Qur’an dan Ulumul Hadis. Ia lulus dari IIQ Jakarta dengan predikat Cum Laude dan dinyatakan sebagai wisudawan terbaik serta mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan untuk tingkat Pascasarjana IIQ Jakarta 2014.
Selain itu, ia juga banyak mendapat ijazah kitab dan hadis dari para ulama, di antaranya kitab al-Muwaththâ’ karya Imam Mâlik bin Anas (w. 179 h) dari Syaikh Dr. Muhammad bin ‘Abd ar-Razzâq Aswad (Damam, Saudi Arabia), al-Arba’în Hadîtsan al-Nawawiyyah karya Imam an-Nawawî (w. 676 h), al-Hadîts al-Musalsal bi al-Mahabbah, al-Hadîts al-Musalsal bi al-Awwaliyyah dari Syaikh Dr. Hisyâm Kâmil Mûsâ asy-Syâfi’î al-Azharî (Mesir), Bulûgh al-Marâm min Adillah al-Ahkâm karya Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalânî (w. 852 h) dari Maulânâ asy-Syarîf Dr. dr. Yusrî Rusydî al-Sayyid Jabr al-Hasanî (Mesir) dan Syaikh KH. Ahmad Marwazie al-Batawie; murid langsung Syaikh Yâsîn bin ‘Îsâ al-Fâdânî al-Makkî (w. 1410 h); dari beliau juga penulis banyak mendapat sanad hadis musalsal, kemudian al-Arba’în al-Ghumâriyyah fî Syukr an-Ni’am dari al-Muhaddits Syaikh Dr. ‘Abd al-Mun’im bin ‘Abd al-‘Azîz al-Ghumârî (Maroko), kemudian asy-Syamâ’il al-Muhammadiyyah karya Imam al-Tirmidzî (w. 279 h) dari Syaikh Dr. Amîn Sâlim al-Kurdî (Amîn al-Fatwâ Libanon). Juga beberapa ijazah wirid dan selawat, di antaranya Dalâ’il al-Khairât wa Syawâriq al-Anwâr fî ash-Shalât ‘alâ an-Nabiy al-Mukhtâr karya Imam Muhammad bin Sulaimân al-Jazûlî (w. 870 h), Hizb an-Nashar (Hizb al-Saif) karya Imam Abû al-Hasan al-Syâdzilî (w. 656 h), dan beberapa ijazah selawat seperti Tunjîna, Kâmilah, Thibb al-Qulûb, Ilqa’ al-Ru’b, Ibrâhîmiyyah, Qamar al-Wujûd, al-Fâtih dari Hadhratussyaikh KH. Muhammad Mufid Mas’ud al-Hâfizh (Yogyakarta); kemudian Râtib al-Haddâd karya al-Habîb ‘Abdullâh bin ‘Alwî al-Haddâd (w. 1132 h) dan wirid al-Asmâ’ al-Husnâ dari Dr. KH. Mu’tashim Billah, M.Pd.I. (Yogyakarta); kemudian Hizb al-Bukhârî karya Imam al-Bukhârî (w. 256 h) dari Syaikh KH. Achmad Chalwani Nawawi (Mursyid TQN dari Purworejo, Jawa Tengah); Aurâd al-istighfâr wa ash-shalawât wa at-tahlîl dari Syaikh Prof. Dr. Wahbah Musthafâ az-Zuhailî (Syiria) dan Maulânâ asy-Syaikh asy-Syarîf Dr. dr. Yusrî Rusydî al-Sayyid Jabr al-Hasanî (Mesir).
Semenjak menimba ilmu di Sunan Pandanaran, ia telah banyak menorehkan prestasi, khususnya di bidang khithâbah dan musâbaqah hifzh al-Qur’ân (mulai dari 1 juz tilawah, 5 juz tilawah, 10 juz, 20 juz, 30 juz, hingga tafsir Indonesia 30 juz). Hal itu telah ia ikuti mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional, dan tak jarang mendapat peringkat pertama. Adapun semenjak menimba ilmu di Darus-Sunnah, ia pernah mendapat kepercayaan dari (alm) Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. untuk berdakwah di Papua dan Malaysia. Safari dakwah di Papua sudah dilakukannya sebanyak lima kali. Ia juga tiga kali berturut-turut mendapat undangan safari dakwah dan imam selama Ramadan di Toronto, Kanada, Amerika Utara. Undangan tersebut datang dari Canadian Centre for Deen Studies dan Sayeda KHADIJA Centre pimpinan Prof. Dr. Hamid Slimi.
Saat ini, selain aktif sebagai dosen ‘ulûm al-hadîts, ‘ulûm al-Qur’ân, ilmu tafsir, ilmu tajwid, tahfizh Alquran, dan Akidah di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences, Ciputat, ia juga mengajar tafsir ayat ahkam dan tahfizh Alquran di Madaris Darus Sunnah Ciputat, ia juga mengajar tahfizh Alquran, ilmu tajwid, hadis dan ilmu hadis di Yayasan Pesantren Raudhatul Makfufin Pamulang, juga tercatat sebagai PembinaYayasan Pesantren Sukaraja Garut, dan Ketua Komite Sekolah Menengah Kejuruan Plus Sukaraja Garut, ia juga menjadi imam tetap di Masjid Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan imam serta khathib di beberapa masjid sekitar Jabodetabek, juga mengajar hadis di beberapa majelis taklim sekitar Jabodetabek, ia juga mendirikan majelis khusus para penghafal Alquran yang ia beri nama, Majelis Alif Lam Mim li Tahfidzil Qur’anil Karim.
Karya tulisnya yang sudah terpublikasi: Catatan Dakwah di Kanada (2017), Lembaga Penghapus Dosa (2017), Mutiara Cinta dari Sang Mustafa (2018). Ia dapat dihubungi melalui email alihudaibi87@gmail.com, twitter @ali_hudaibi, FB Ali Hudaibi, instagram @alihudaibi, blog alihudaibi.wordpress.com, channel Youtube di https://m.youtube.com/c/AliHudaibi
Beliau aktif memberikan kuliah subuh di Masjid Al Ikhlas Panorama Serpong setiap minggu ke-4.