Lomba di Bulan Ramadhan dan Bukber dengan Anak Yatim (2015)

Panitia berinisiatif mengadakan lomba yang bersifat keagamaan dalam bulan suci Ramadhan yang baru selesai. Lomba yang melibatkan anak-anak dari beragam usia ini diharapkan dapat menambah kecintaan pada Islam dan masjid. Ada lomba menggambar, azan, dan juga tahfiz Quran. Acara ini juga diikuti anak-anak dari kampung sebelah, Pocis, yang mengetahui adanya lomba ini. Acara berlangsung sangat meriah dan disambut dengan sangat positif oleh peserta dan keluarganya. Semoga warga muslim Panorama Serpong semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan acara ini diridhoiNya.

Lomba Ramadhan 2015
Lomba Ramadhan 2015

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bukber Al-Ikhlas Panorama Serpong
Bukber Al-Ikhlas Panorama Serpong

Tarhib Ramadhan

Acara tarhib ramadhan (menyambut ramadhan) tahun ini dimeriahkan dengan pawai obor selepas maghrib dan ceramah ba’da isya. Ceramah pembuka diberikan ustad Subchi Jazuli dan acara inti yang sedianya akan dibawakan oleh KH Saidih digantikan oleh Ustad KH Munhadi Muslih, pimpinan pondok pesantren As Shiddiqiyah 6 Muncul.

Ringkasan tauziah beliau adalah sebagai berikut:

Ramadhan adalah bulan pembakaran dosa dan disucikan dengan zakat untuk membersihkan jelaga sisa pembakarannya.

Ada 5 hal yg bisa merusak nilai puasa:
– berdusta
– menggunjingkan orang lain (ghibah)
– adu domba
– bersumpah palsu
– melihat sesuatu dengan syahwat

Jangan sampai kita berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin!

Ceramah Ustad Arifin Ilham dan Ustad Ronny di Panorama Serpong

2013-08-10

Arifin

Pada hari Sabtu tanggal 2 Juni kemarin kompleks Panorama Serpong mendapat rezeki kunjungan silaturahim dari Ustad Arifin Ilham dan Ustad Ronny yang memberikan siraman rohani yang begitu bermanfaat.

Ustad Ronny memberikan tauziah sebelum Ustad Arifin Ilham datang, membawakan ceramah pentingnya keutamaan sabar dan sholat dalam mengatasi problema kehidupan. Beliau mengutip kalam Ilahi, Al Baqarah ayat 45.

QA Al - Baqaroh : 45
QS Al – Baqaroh : 45

Beliau memberikan kisah teladan sahabat Rasulullah SAW yang bernama Rabi’ah bin Ka’b al Aslamy RA.

Lebih kurang ceritanya mirip sekali dengan kisah yang dituliskan dari sini:

Rabi’ah bin Ka’b al Aslamy, atau dikenal dengan nama Abu Firas, adalah seorang pemuda dari Bani Aslam yang membaktikan dirinya sebagai salah satu pelayan Rasulullah SAW, dan ia termasuk salah seorang dari Ahli Shuffah. Ia bertugas untuk mengurus keperluan Nabi SAW pada waktu malam, termasuk ketika beliau akan shalat tahajud.

Suatu ketika seusai shalat tahajud, Nabi SAW berkata kepadanya, “Wahai Rabi’ah, mintalah sesuatu kepadaku!”

“Saya sudah cukup puas dengan bisa melayani keperluan engkau, ya Rasulullah!”

Tetapi Nabi SAW tetap menyuruhnya untuk meminta sesuatu kepada beliau. Karena terus didesak, akhirnya Rabi’ah berkata, “Ya Rasulullah, aku ingin selalu bersama (yakni, menjadi teman) engkau di surga!”

“Apakah engkau tidak memiliki permintaan yang lain lagi?” Tanya Rasulullah SAW, maksud beliau adalah sesuatu yang bersifat duniawiah, yang beliau bisa memenuhinya seketika itu.

“Tidak ada, ya Rasulullah, hanya itu yang selalu menjadi idaman saya!” Kata Rabi’ah, menegaskan.

“Baiklah,” Kata Nabi SAW, “Tetapi engkau harus menolong aku (untuk mewujudkan keinginanmu itu) dengan memperbanyak sujud kepada Allah.”

Maksudnya agar Rabi’ah memperbanyak shalat-shalat sunnah.

Dalam suatu kesempatan lainnya, Nabi SAW bertanya kepadanya, “Wahai Rabiah, apakah kamu tidak ingin menikah?”

“Demi Allah, tidak ya Rasulullah, aku tidak ingin menikah sebab aku tidak memiliki apa-apa untuk menghidupi seorang istri. Dan terutama sekali aku tidak ingin ada sesuatu yang membuatku sibuk sehingga aku tidak bisa melayani kebutuhan engkau..!!”

Nabi SAW hanya tersenyum saja mendengar jawabannya. Tetapi pada suatu pertemuan yang lain, beliau menanyakan kembali pertanyaan tersebut dan Rabi’ah masih memberikan jawaban yang sama. Tetapi setelah itu Rabi’ah berfikir sendiri, kenapa Nabi SAW menanyakan masalah tersebut sampai dua kali, akhirnya ia menyimpulkan, “Demi Allah, Rasulullah SAW lebih tahu daripada aku sendiri, apa yang lebih tepat bagiku di dunia dan akhirat. Kalau beliau menanyakan lagi masalah ini, aku akan memberikan jawaban yang lain…!!”

Ternyata memang benar, pada kesempatan berikutnya, Nabi SAW bersabda kepadanya, “Wahai Rabiah, apakah kamu tidak ingin menikah?”

Kali ini Rabiah berkata, “Baiklah, ya Rasulullah, perintahkanlah kepadaku menurut yang engkau kehendaki!!”

Nabi SAW bersabda, “Pergilah engkau kepada keluarga fulan dari kalangan Anshar, katakan kepada mereka : Sesungguhnya Rasulullah SAW mengutus aku kepada kalian agar kalian menikahkan aku (dengan putri kalian)..!”

Rabiah segera berangkat memenuhi perintah Nabi SAW, dan ia disambut dengan gembira di keluarga orang Anshar tersebut. Mereka berkata, “Marhaban kepada Rasulullah dan utusan Rasulullah, demi Allah, utusan Rasulullah tidak diperkenankan kembali kecuali keperluannya sudah dipenuhi…!!”

Mereka memperlakukan Rabiah dengan lemah lembut dan ramah tanpa banyak mempertanyakan sesuatu kepadanya, kemudian menikahkan dengan salah seorang putri mereka. Setelah beberapa waktu lamanya, Rabiah meminta ijin untuk kembali menghadap Rasulullah, dan mereka mengijinkannya.

Ketika sampai di hadapan Nabi SAW, dengan perasaan sedih, Rabiah berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah mendatangi suatu kaum yang mulia. Mereka menikahkan aku dan bersikap lemah lembut serta bersikap sangat baik tanpa menanyakan mas kawinnya. Padahal aku tidak mempunyai apa-apa untuk memberikan mas kawinnya…”

Beliau tersenyum mendengar penuturan Rabiah, dan memerintahkan seorang sahabat mengumpulkan orang-orang dari Bani Aslam, kemudian beliau bersabda, “Wahai orang-orang Aslam, kumpulkanlah dan berikanlah kepadanya (Rabiah) butir-butir emas…!!”

Dalam sekejab terkumpullah butir-butir emas yang cukup banyak, lalu beliau bersabda kepada Rabiah, “Pergilah, dan bawalah ini kepada mereka dan katakan : Ini mas kawinnya..!!”

Rabiah segera berangkat ke rumah orang Anshar yang telah menjadi mertuanya tersebut. Ia menyerahkan butiran emas sumbangan dari kaumnya sebagai mas kawinnya sebagaimana diperintahkan Rasulullah SAW. Sekali lagi mereka menyambutnya dengan lemah lembut dan gembira, dan berkata, “Cukup banyak dan sangat baik!!”

Rabiah meminta ijin untuk kembali kepada Rasulullah dan mereka mengijinkannya. Rabiah menghadap Nabi SAW dengan wajah sedih, sehingga beliau bertanya, “Wahai Rabiah, mengapa engkau (masih) kelihatan sedih..!!”

“Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat suatu kaum yang lebih mulia dari mereka, yang rela dengan apa yang kuberikan kepada mereka, berbuat sangat baik dan berkata : Cukup banyak dan baik sekali. Padahal aku tidak mempunyai apa-apa untuk mengadakan walimah!!”

Sekali lagi Nabi SAW tersenyum mendengar penuturan Rabiah. Beliau memerintahkan para sahabat untuk  mengumpulkan beberapa domba yang besar dan gemuk. Beliau juga memerintahkan Rabiah untuk mendatangi Ummul Mukminin, Aisyah RA dan menyampaikan pesan beliau, “Hendaklah engkau mengirimkan sekeranjang makanan…!!

Rabiah bergegas ke tempat Aisyah dan menyampaikan pesan Nabi SAW, segera saja Aisyah mengeluarkan sekeranjang besar makanan dan berkata, “Keranjang ini berisi sembilan takar gandum, demi Allah tidak ada lagi selain ini. Jika kami masih mempunyai makanan lainnya selain ini, maka kamu boleh mengambilnya!!”

Rabiah membawa keranjang tersebut kepada Nabi SAW dan menyampaikan pesan Aisyah seperti itu. Beliau menyuruh Rabiah menyerahkan domba dan bahan makanan tersebut kepada keluarga Anshar mertuanya dengan diantar beberapa orang dari Bani Aslam. Sekali lagi mereka menyambut kehadiran Rabiah dengan gembira, dan mereka berkata, “Kalau roti, cukuplah kami yang mengerjakannya. Sedangkan dombanya bisa kalian yang mengerjakannya.”

Rabiah dan beberapa orang dari Bani Aslam menyembelih dan menguliti domba-domba tersebut kemudian memasaknya. Setelah semua masakan siap, mereka mengundang Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya untuk mengadakan walimah dari pernikahan Rabiah bin Ka’b ini.

Ada beberapa pesan yang bermanfaat dalam tauziah Ustad Ronny, misalnya ketika diberi sesuatu sunnahnya adalah bergembira dengan pemberian itu untuk membesarkan hati si pemberi yang telah memberikan atensinya kepada kita. Bahwa dalam menghadapi masalah jadikanlah sholat sebagai penolong kita.

Isi tauziah Ustad Arifin Ilham juga kembali menegaskan pentingnya arti masjid dalam kehidupan, bahwa banyak peristiwa besar bermula atau berkaitan dengan masjid. Dari strategi perang hingga isra mi’raj, semuanya terkait dengan masjid. Alhamdulillah pertemuan yang singkat itu juga memberikan inspirasi untuk DKM Masjid Al-Ikhlas untuk bisa berswasembada dengan usaha mandiri, seperti yang dicontohkan Ustad Arifin dengan air terionisasi Adz Dzikra dan madu yang laris manis dan bisa membiayai kehidupan pesantren dan kegiatan dakwah Adz Dzikra.

Semoga di masa mendatang banyak ustad yang datang memberikan tauziahnya kepada kami semua. Aamiiin.

Terima kasih kepada semua panitia yang sudah susah payah membantu terselenggaranya acara ini, khususon Pak Suradi yang sudah 14 tahun mengikuti dzikir Adz Dzikra ini.

Tabligh Akbar dan Bazaar

Pada hari Minggu, tanggal 19 April 2015 di Komplek Panorama Serpong diadakan Tabligh Akbar rombongan KH Sa’adih Al Batawy. Meskipun akhirnya beliau tidak bisa hadir karena bertakziah wafatnya guru beliau, namun pelaksanaan tabligh akbar tetap dijalankan. Sebagaimana yang disampaikan Ustad Sholeh bahwa pengajian ini karena Allah SWT, maka meskipun Kyai Sa’adih berhalangan, menegakkan ilmu agama tetap harus berjalan. Alhamdulillah meski panas terik mentari bersinar, semangat para jamaah dan rombongan penceramah tidaklah surut. Semoga Allah SWT meningkatkan derajat para panitia, rombongan penceramah, dan para jamaah yang sedang menuntut ilmu. Karena kebahagiaan bukan dari kaya harta atau tinggi jabatan sebagaimana Qarun dan Firaun, namun dari kedekatan dengan Allah SWT.

Acara yang sempat dihadiri oleh Walikota Tangsel, Ibu Airin, dan dipandu oleh MC Kiwil ini berjalan hingga sekitar dzuhur dan disemarakkan dengan partisipasi bazaar yang terbuka untuk umum.

Perayaan Iedul Adha 1435H

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Sholat Iedul Adha 1435H yang diselenggarakan pada tanggal 5 Oktober 2014 ini diselenggarakan di bundaran Panorama Serpong. Acara dimulai pukul 6:30 WIB dengan khatib Pak Lukman Hakim. Beliau menekankan pentingnya kita untuk sanggup berkurban sebagaimana Nabi Ibrahim AS ikhlas mengurbankan anaknya, Ismail, AS. Ketika pisau yang tajam sudah bergerak, Allah SWT menggantikan Ismail, AS dengan sekor kambing, sebagai tanda mengurbankan manusia tidak dibenarkan dalam Islam, dan perintah Allah SWT adalah nomor 1 di dunia ini. Manusia saat ini diperintahkan untuk mengurbankan apa saja yang dicintainya untuk Allah SWT. Misalnya, harta yang kita cintai ini. Lahirlah zakat dan perintah untuk menyembelih kurban. Ini menurut saya sejalan dengan nilai-nilai ketauhidan, tiada illah yang patut disembah melainkan Allah SWT.

Setelah makan dan minum sekedarnya seusai shalat, warga Panorama Serpong berkumpul di Sport Center untuk menyembelih kurban. Tahun ini alhamdulillah terkumpul 7 ekor sapi dan 30 ekor kambing.

Kemerdekaan di Panorama Serpong

Dua hari terakhir ini, Panorama Serpong turut merayakan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus tiap tahunnya. Setiap orang memiliki definisi sendiri-sendiri mengenai arti kemerdekaan. Menurut saya, di bumi ini tidak ada kemerdekaan yang sejati. Jika masih ada kejahatan, korupsi, kebodohan, dan hal-hal negatif lainnya, kita bisa dikatakan belum merdeka. Namun bila kita bisa mengecap kebahagiaan, melihat anak-anak tersenyum lepas dan bahagia tanpa rasa takut, kita bisa merasakan ada kemerdekaan berkibar dalam jiwa mereka. Tugas kita adalah menjaga selama mungkin rasa kemerdekaan itu tetap ada. Buat kita yang telah dewasa, termasuk anak-anak kita.

Melalui foto-foto berikut ini, mari kita syukuri kemerdekaan dalam kebahagiaan yang tersirat dan tersurat dari wajah warga Panorama Serpong.

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia, semoga kita semua diberkahi Allah SWT, dan bisa merasakan kemerdekaan untuk merasakan kebahagiaan.

 

Buka Puasa Bersama Warga Panorama Serpong

Hari Minggu tanggal 20 Juli 2014, warga Panorama Serpong berbuka puasa bersama dengan anak yatim piatu sekitar kompleks perumahan. Siraman rohani dibawakan oleh jebolan Pildacil, Muhammad Farhan yang mengingatkan pentingnya rasa syukur atas semua nikmat dari Allah SWT yang diberikan kepada kita, sebelum nikmat itu dicabut. Tampil dengan penuh percaya diri, Farhan membuktikan bahwa dakwah adalah hak dan kewajiban umat muslim, pada usia berapapun.

Semoga kita semua menjadi hambaNya yang bertakwa.

Renovasi Mesjid Al Ikhlas Panorama Serpong

Saat ini Mesjid Al Ikhlas sedang dibuat lantai dua. Berikut adalah gambar kerja bakti dalam prosesnya.

 

HADIRILAH: Kajian Bulanan “Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW”

Kajian Bulanan di Masjid Al-Ikhlas akan diadakan hari Minggu ini tanggal 30 Maret 2014, jam 8:00 – 12:00 (Dzuhur).

Pembicaranya: Dr. Ir. H. Abdullah Hehamahua yang biografinya bisa dilihat di sini.

Temanya : Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW.

Bila tidak ada halangan silakan hadir pada waktu yang telah ditentukan.